Main Bumerang

Bumerang adalah senjata khas suku Aborigin di Australia yang kalau dilempar bisa kembali lagi. Gerakan bumerang adalah kombinasi translasi dan rotasi mirip dengan bilah helikopter. Selain di Australia juga ada di beberapa daerah lain seperti di Mesir yang sudah ada sejak zaman Mesir Kuno dulu, di daerah barat daya Amerika, Eropa Timur,  dan di Indonesia sendiri ada di Sulewesi Selatan. Banyak cerita tentang bumerang yang dapat kembali ke si empunya itu disebabkan karena memiliki kekuatan mistis. Tapi sebagian antropolog setuju bahwa hal itu disebabkan oleh bentuk bumerang.


Bagaimana Bumerang dapat kembali?
Ketika boomerang berotasi, karena bentuk boomerang yang mirip sirip kipas angin, maka terjadi perbedaan tekanan udara antara sisi +z dan sisi -z (lihat gambar), namun karena asumsi tidak ada angin kencang, maka kecepatan relatif 'sirip yang sedang di atas' lebih besar dari 'sirip yang sedang di bawah', dan menyebabkan perbedaan tekanan yang lebih besar, sehingga akan muncul "gaya angkat" netto (dalam arah +z) pada 'sirip yang sedang di atas'. (sebetulnya pada kedua sirip, tetapi gaya pada sirip atas > gaya pada sirip bawah). Gaya ini memutar boomerang ke arah y-z, maka selisih kecepatan sudut boomerang (secara parsial) ialah ke arah -z (lihat gambar 2). Hukum Newton ke-3 versi rotasi : torsi reaksi = - torsi aksi maka akan muncul torsi reaksi (yang searah dengan -(selisiha kecepatan sudut)), yakni memutar/membelokkan boomerang ke arah z-xm demikian seterusnya sehingga gerak boomerang ialah melingkar (kombinasi kecepatan akibat gaya lemparan + akibat torsi reaksi).

Gambar:



sumber: http://boomerangsurabaya.blogspot.com
            google.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Batu Kertas Gunting

Menambah Space di Drive C